fixberita.com–Sekretaris
Komisi II DPRD Kota Pekanbaru M
Rizki Rinaldi mendesak pemerintah segera bertindak mengatasi kenaikan harga plastik. Hal ini demi melindungi UMKM dan pedagang-pedagang kecil lain agar tidak semakin terpuruk akibat kenaikan biaya produksi."
Harga plastik mahal, pelaku UMKM menjerit. Mereka jadi bingung, mau naikkan harga atau menanggung kerugian. Belum lagi harga bahan pokok dan pangan lain ikutan naik, kita ingin pemerintah segera turun bertindak," kata Rizki, Selasa (28/4/2026).
Rizki menegaskan, pemerintah tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai hal biasa, karena dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi.
"Pemerintah jangan diam saja, ini tanggung jawab negara. Harus ada langkah nyata dan siasat untuk meredakan beban ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan kebijakan yang mampu menekan dampak kenaikan harga, sehingga pelaku usaha dan pedagang-pedagang kecil tidak semakin terpuruk.
"Pemerintah harus gerak cepat mencari solusi efektif. Di sinilah peran pemerintah hadir untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat," tambahnya.
Namun begitu, Politisi NasDem ini juga mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tas belanja sendiri. "Gunakan tas belanja pribadi. Selain mengurangi plastik, ini juga lebih ramah lingkungan," ucap Rizki.
Plastik saat ini masih menjadi kebutuhan penting yang sulit digantikan oleh pelaku UMKM, terutama pedagang makanan dan minuman.
Akibatnya, mereka menghadapi dilema berat. Jika harga dinaikkan, dikhawatirkan pembeli akan berkurang. Namun jika tidak, mereka harus menanggung kerugian.
Diketahui, harga plastik mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni sekitar 30 hingga 100 persen. Di pasaran, harganya berkisar Rp28.000 hingga Rp49.000 per kilogram, tergantung jenisnya. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat kondisi global.
"Tentunya kami desak pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pelaku UMKM dan pedagang-pedagang kecil tidak semakin kesulitan," sebut Rizki.***