fixberita.com–Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menyoroti belum adanya anggaran khusus untuk rehabilitasi dan perbaikan puskesmas dalam pembahasan R
APBD 2027. Hal itu disampaikan Wakil Ketua
Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Indra Pradana Abidin usai rapat bersama
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Rabu (19/8/2026).Tekad mengungkapkan, kondisi sejumlah puskesmas di Pekanbaru sudah memprihatinkan. Padahal, fasilitas tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
"Kita menyoroti tidak adanya anggaran rehab ataupun perbaikan terhadap puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru. Kita punya 21 puskesmas dan menurut kami banyak yang sudah tidak layak, apalagi ada yang tidak pernah direhab," kata Tekad.
Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi kesehatan akan memperjuangkan agar anggaran rehabilitasi puskesmas dapat dimasukkan dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar).
Tekad mengusulkan agar setiap puskesmas mendapat alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan bangunan.
"Boleh rata-rata Rp200 juta per puskesmas, tetapi memang dialokasikan khusus untuk rehab, bukan untuk kebutuhan lainnya," ujarnya.Politisi PDIP ini menilai, kondisi bangunan puskesmas tidak boleh dibiarkan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Namanya bangunan tentu perlu diperbaiki. Tidak elok juga kalau puskesmas di Pekanbaru sudah bocor, tidak bersih dan tidak layak," ujarnya.
Ia bahkan menyebut ada puskesmas yang tingkat kerusakannya sudah cukup tinggi. Salah satunya Puskesmas Langsat yang disebut memiliki tingkat kerusakan sekitar 67 persen.
"Katanya ada salah satu puskesmas yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tingkat kerusakannya sudah di atas 65 persen, bahkan sekitar 67 persen. Itu di tengah kota," ungkapnya.
Menurut Tekad, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi bangunan puskesmas. Apalagi, dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi puskesmas saat ini dinilai masih minim.
Karena itu, ia mendorong Pemko Pekanbaru menyiapkan anggaran perawatan secara rutin setiap tahun.
"Kalau belum mampu besar, mungkin bisa dimulai Rp200 juta per puskesmas. Yang penting rutin setiap tahun diberikan untuk perbaikan," pintanya.
Ia menambahkan, pemeliharaan bangunan semakin penting karena jam operasional puskesmas kini diperpanjang hingga malam hari pukul 21.00 WIB.
"Maintenance puskesmas ini perlu diperhatikan, apalagi sekarang jam operasional dibuka sampai jam 9 malam. Tentu bangunan harus mendukung pelayanan," tutup Tekad.